Search
20 Agustus 2026
Menko Pangan Dorong Penguatan Kelembagaan Petani dan Irigasi di BanyuwangiBanyuwangi, 20 Agustus 2026 — Menteri Koordinator Bidang Pangan menghadiri kegiatan “Jagong Tani Guyup Rukun bersama Bapak Menko Pangan” bersama pengurus IHIPPA, GHIPPA, HIPPA, kepala blok, dan subblok irigasi se-Daerah Irigasi (DI) Baru, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (20/8). Forum ini menjadi ruang dialog untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat sinergi pemerintah dan petani dalam menjaga produktivitas serta ketahanan pangan.
Sekitar 715 pengurus dan petugas dari enam kecamatan hadir dalam kegiatan tersebut. DI Baru mencakup sekitar 16.000 hektare sawah, atau sekitar seperempat dari total persawahan Banyuwangi, dengan potensi produksi padi sekitar 200.000 ton per tahun. Pengelolaan jaringan irigasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas kawasan tersebut.
Dalam dialog, petani menyampaikan berbagai kondisi usaha tani, termasuk harga gabah, pupuk, dan pengairan. Menko Pangan menyampaikan bahwa kondisi pupuk saat ini sudah baik, baik dari sisi harga maupun kelancaran distribusi. Harga gabah juga dinilai semakin baik. Pada panen sebelumnya, harga gabah bahkan mencapai lebih dari Rp7.000 per kilogram, dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp5.000 per kilogram, sehingga turut meningkatkan pendapatan petani.
“Pupuk sudah bagus, harganya lancar. Mereka juga menyampaikan harga gabah bagus, bahkan panen yang lalu sampai Rp7.000 lebih, yang biasanya Rp5.000 lebih. Pendapatannya meningkat,” ujar Menko Pangan.
Meski demikian, persoalan pengairan masih menjadi perhatian. Petani menyampaikan adanya pendangkalan di sejumlah sungai dan saluran, yang berdampak pada distribusi air. Di wilayah Ringin Agung, jaringan pengairan melayani sekitar 645 hektare lahan, namun debit air dinilai belum optimal. Petani mengusulkan normalisasi saluran, pengerukan sedimentasi, serta dukungan sarana pengairan, termasuk akses listrik ke embung dan jalur air darurat.
Menko Pangan meminta agar berbagai persoalan dan keluhan masyarakat disampaikan melalui pemerintah daerah setempat untuk ditindaklanjuti dan ditembuskan kepada dirinya agar dapat turut dikawal.
“Kalau ada masalah dan keluhan masyarakat, sampaikan melalui pemerintah daerah setempat dan ditembuskan kepada saya, supaya bisa kita kawal,” ujar Menko Pangan.
Sebelumnya, tim terkait telah melakukan survei lapangan dan pemerintah akan mendorong tindak lanjut perbaikan jaringan irigasi bersama Kementerian Pekerjaan Umum. Petani juga mengusulkan agar pembangunan dan perbaikan infrastruktur pertanian dapat dilakukan melalui mekanisme swakelola sesuai ketentuan, dengan melibatkan kelembagaan masyarakat dan petani.
Penguatan kelembagaan dan akses pasar turut menjadi perhatian. Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) ditargetkan mulai beroperasi pada September untuk membantu petani memperoleh kebutuhan usaha tani, memperkuat pemasaran, serta meningkatkan posisi tawar hasil pertanian. Untuk komoditas sayuran, fasilitas cold storage juga diharapkan dapat menjaga kualitas dan nilai ekonomi hasil panen.
Salah satu infrastruktur penting yang mendukung pengairan Banyuwangi adalah Bendungan Karangdoro, yang telah dibangun sejak 1925 dan hingga kini masih berperan dalam mendukung pertanian. Keberlanjutan fungsi infrastruktur tersebut menegaskan pentingnya pemeliharaan jaringan irigasi sekaligus penguatan kelembagaan petani dalam pengelolaan air.
Sebagai bentuk dukungan langsung, Kemenko Pangan menyerahkan 700 paket bantuan pangan berupa beras dari Bulog kepada masyarakat. Pemerintah akan terus memperkuat sinergi dengan petani untuk memastikan harga hasil pertanian yang layak, akses pupuk, ketersediaan air, infrastruktur, dan akses pasar. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah, sejalan dengan arahan Presiden, untuk memperkuat kesejahteraan petani dan mewujudkan swasembada pangan nasional.
Unduh Lampiran : Lampiran