Search

Siaran Pers

Para Menteri Turun Lapangan Kawal Operasionalisasi KDKMP di 10.070 Titik, Pedagang Kecil Sambut Harga Lebih Murah


Para Menteri Turun Lapangan Kawal Operasionalisasi KDKMP di 10.070 Titik, Pedagang Kecil Sambut Harga Lebih Murah

15 Oktober 2026

Para Menteri Turun Lapangan Kawal Operasionalisasi KDKMP di 10.070 Titik, Pedagang Kecil Sambut Harga Lebih Murah

15 Oktober 2026 — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara meninjau operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di empat daerah pada Kamis (15/10). Peninjauan ini merupakan bagian dari pengawalan atas arahan Presiden untuk mengoperasikan KDKMP secara serentak di 10.070 titik selama delapan hari. 

Untuk memastikan gerai siap melayani warga dan pasokan barang bersubsidi tersedia, para menteri Kabinet Merah Putih, kepala daerah, serta panglima daerah militer (Pangdam) juga diminta memantau pelaksanaan di wilayah masing-masing. 

Empat lokasi yang dikunjungi ialah Bumisari, Natar, Lampung Selatan; Sobokerto, Boyolali, Jawa Tengah; Sonorejo, Kediri; dan Tambakrejo, Sidoarjo, Jawa Timur. Di setiap lokasi, Menko Pangan dan rombongan berdialog dengan warga, pengurus, serta manajer koperasi. Mereka juga memeriksa komoditas dan layanan yang disiapkan sesuai kebutuhan masyarakat, mulai dari sembako, LPG, dan pupuk hingga layanan keuangan dan pemasaran produk UMKM. 

Selain itu di seluruh KDKMP di lokasi yang dikunjungi juga telah dilengkapi dengan satu buah truk, satu mobil pikap, dan dua bentor yang akan digunakan untuk melayani kebutuhan masyarakat dan menjalankan fungsi offtaker. Menko Pangan beserta para Menteri, Wakil Menteri dan Wakil Kepala BUMN juga memastikan semua kendaraan tersebut dapat berjalan dengan baik.   

“Koperasi Merah Putih harus memberi manfaat yang langsung dirasakan warga. Harga yang terjangkau dan barang yang mudah diperoleh akan membantu warga desa, petani, termasuk pedagang kecil, sekaligus menggerakkan ekonomi desa,” kata Zulkifli Hasan.

Bumisari, Natar, Lampung Selatan: Koperasi Layani 8.002 Warga

KDKMP Bumisari melayani sekitar 8.002 jiwa. Melalui layanan BRILink, warga dapat melakukan setor dan tarik tunai. Koperasi ini juga membuka akses terhadap layanan keuangan dan pembiayaan BRI untuk mendukung UMKM, serta menyediakan layanan pembayaran tagihan listrik dan Pos. 

Untuk memperluas manfaat ekonomi bagi warga, kerajinan dan produk UMKM desa didorong untuk dipasarkan melalui gerai dan bazar KDKMP. Upaya ini diharapkan dapat memperluas akses pasar, meningkatkan nilai tambah produk, dan memperkuat perputaran ekonomi masyarakat desa. 

KDKMP Bumisari juga disiapkan sebagai titik penyaluran bantuan pangan untuk alokasi Oktober–Desember. Penyaluran melalui KDKMP direncanakan mulai pekan ini. Secara nasional, bantuan tersebut menyasar sekitar 33,2 juta masyarakat dengan alokasi 30 kilogram beras untuk tiga bulan. Program ini mendukung ketahanan pangan, terutama bagi kelompok rentan, sekaligus membantu mengantisipasi dampak musim kemarau. 

Sesuai ketentuan program, bantuan pangan gratis diprioritaskan bagi masyarakat desil 1 dan 2. Selain itu, sekitar 1 juta ton beras dialokasikan untuk bantuan pangan dan intervensi pangan bersubsidi. Beras bersubsidi tersebut dapat dibeli masyarakat di KDKMP dengan harga Rp12.500 per kilogram, sesuai skema penyaluran yang berlaku. 

Selain menjadi lokasi peninjauan Menko Pangan, KDKMP Bumisari di Natar juga merupakan salah satu dari lima KDKMP yang dipantau oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara beserta jajaran.

Sobokerto, Boyolali: Akses Pupuk dan Pasar bagi UMKM

Dalam kunjungan ke KDKMP Sobokerto, Menko Pangan didampingi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto. KDKMP Sobokerto melayani sekitar 6.700 jiwa. Transaksi warga terutama mencakup minyak goreng dan sembako. Koperasi ini juga memudahkan warga mengakses pupuk serta membuka peluang pemasaran produk UMKM, termasuk keripik berbahan tulang ikan khas Sobokerto.

Manajer KDKMP Sobokerto, Desi Sari, merupakan putri daerah bergelar magister. Ia memilih bergabung sebagai manajer KDKMP meskipun sebelumnya telah bekerja di sektor swasta. “Saya mendapat beasiswa dari negara untuk menempuh pendidikan magister. Sebenarnya, saya sudah bekerja di swasta. Namun, ketika ada kesempatan membangun desa sendiri melalui KDKMP, saya merasa ini menjadi panggilan untuk ikut membangun desa,” ujar Desi.

Sonorejo, Kediri: Warga Menantikan Gerai dengan Harga Lebih Murah

KDKMP Sonorejo melayani sekitar 7.563 penduduk. Minyak goreng, sabun mandi, dan sabun cuci menjadi produk yang banyak diminati. Keril, manajer KDKMP Sonorejo, mengatakan warga sudah menanyakan kapan koperasi mulai berjualan setelah mendengar kabar bahwa harga barang akan lebih murah. “Kalau saya bertemu warga, mereka bertanya-tanya kapan KDKMP buka. Mereka sudah mendengar barang-barangnya dijual dengan harga lebih murah,” cerita Keril.

Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata turut mendampingi Menko Pangan dalam kunjungan ke KDKMP Sonorejo.

Tambakrejo, Sidoarjo: Pedagang Kecil Sambut Harga Grosir

KDKMP Tambakrejo melayani wilayah dengan sekitar 16.216 penduduk. Gerai sembako, obat, pupuk, dan klinik tengah disiapkan, sementara persediaan kebutuhan pokok, pupuk, dan LPG telah tersedia. 

Harga yang lebih terjangkau juga dirasakan Sumarti, warga Tambakrejo yang sehari-hari berjualan makanan. “Harga di KDKMP jauh lebih murah, seperti harga grosir, meskipun kami hanya membeli sedikit. Ini sangat menguntungkan pedagang kecil seperti kami,” ujarnya.

Turut serta dalam kunjungan Menko Pangan ke KDKMP Tambakrejo, Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Zulkifli Hasan mengatakan pengawalan akan terus dilakukan karena operasionalisasi KDKMP masih tergolong baru dan pelaksanaannya dapat menghadapi berbagai kendala.

“Kami akan terus mengawal kesiapan gerai, kelancaran pasokan, akses pupuk bagi petani, dan pengembangan usaha lokal. Koordinasi dengan kementerian, lembaga, BUMN, dan pemerintah daerah penting agar koperasi dapat beroperasi sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Menko Pangan.

Secara nasional, per 12 Oktober 2026, sebanyak 23.000 gedung KDKMP telah selesai dibangun dan 28.626 manajer telah direkrut. Pemantauan di 10.070 titik selama delapan hari menjadi bagian dari upaya memastikan koperasi berfungsi sebagai simpul distribusi kebutuhan, penyedia layanan, dan pasar bagi produk desa.


Unduh Lampiran : Lampiran



#menteri-koordinator-bidang-pangan #kementerian_koordinator_bidang_pangan

16 Views