Search

Berita

Gerakan Pangan Murah, Solusi Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan


Gerakan Pangan Murah, Solusi Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan

17 Februari 2026

Gerakan Pangan Murah, Solusi Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan

JAKARTA, KOMPAS.TV - Tinggal hitungan jam kita akan mendengar keputusan resmi penetapan awal puasa dengan adanya sidang Isbat. Di hari-hari seperti inilah, terlihat peningkatan aktivitas belanja masyarakat guna mempersiapkan kebutuhan konsumsi rumah tangga dan tentunya untuk rangkaian puasa Ramadan.

Kondisi ini kerap berdampak pada naiknya harga sejumlah komoditas pangan, namun pemerintah akan terus melakukan upaya untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan bahan pokok sesuai keinginannya namun dengan harga yang wajar.

Oleh sebab itu pemerintah kini menggencarkan program Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah.

Program Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM)

Melansir laman resmi Badan Pangan Nasional (Bapanas), Selasa (17/2/2026), GPM menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok strategis, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Ramadan dan Idulfitri. Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, BUMN, BUMD, hingga pelaku usaha swasta.

Kepala Badan Pangan Nasional yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah akan terus menjalin kolaborasi untuk mewujudkan harga pangan pokok strategis yang stabil. Dan secara tegas meminta pelaku usaha sektor pangan tidak ada yang menjual dengan harga melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen dikutip dari badanpangan.co.id, Selasa (17/2/2026).

"Ini adalah bentuk kolaborasi kita, kita bekerja. Tahun lalu kita melihat harga pangan cukup relatif stabil. Kalaupun pun terkadang ada kenaikan, (hanya) satu atau dua pangan komoditas strategis. Kami minta dengan segala kerendahan hati agar diturunkan harganya," ucap Kepala Bapanas Amran saat membuka GPM Serentak di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Pelaksanaan program pemerintah yang diperuntukan untuk menjaga stabilitas harga pangan telah dilaksanakan secara serentak pada Februari 2026, dan kini telah meningkat mencapai angka 69%.

Menurut informasi yang didapatkan dari Badan Pangan Nasional, sampai pertengahan Februari 2026 ini GPM telah mencapai 1.218 titik yang tersebar di 497 kabupaten/kota dan telah terlaksana di 447 titik.

Dalam pelaksanaan program GPM, pemerintah telah melepas sebanyak 16,2 ribu kilogram bahan pokok yang terdiri dari beras, cabai, gula, bawang merah, bawang putih, daging sapi, daging ayam, telur, daging kerbau, terigu, serta minyak goreng. Langkah ini diharapkan dapat meringankan bebasn pengeluaran masyarakat menjelang Ramadan.

Selain itu, pemerintah juga melaksanakan program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras yang berkolaborasi bersama Perum Bulog, Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), serta penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng bagi lebih dari 33 juta keluarga penerima manfaat pada Februari-Maret 2026.

Bahkan Wakil Ketua II DPRD Provinsi Jambi Samsul Riduan juga ikut bagikan tanggapannya terkait program yang dilaksanakan pemerintah mendekati Ramadan. Menurutnya, berdasarkan data stabilitas harga ia melihat perkembangan dan tren positif terjadi di dua kabupaten yakni Kabupaten Sarolangun dan Merangin.

"Intinya, program pasar murah jalan, tetapi instansi terkait tetap harus rajin-rajin turun melakukan pemantauan ke pasar" ungkapnya

Ia juga menilai gerakan pasar murah ini justru berdampak lebih positif di wilayah Kabupaten dibandingkan di Kota Jambi itu sendiri.

"Kalau Sarolangun saya lihat tabel lebih baik dari Kota Jambi malahan. Hanya kedelai selisih sekitar Rp2 ribu sampai Rp3 ribu," imbuhnya dikutip dari ANTARA, Selasa (17/2).

Menurut informasi dari Kementerian Perdagangan, program ini merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional. Pemerintah secara rutin memantau pergerakan harga dan distribusi pangan untuk mencegah lonjakan harga yang tidak wajar.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN pangan, program Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam menjaga keterjangkauan harga pangan.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan dengan tenang, nyaman, dan tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok.

Tak hanya itu, pemerintah juga mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan.


Sumber Berita : Kompas

Sumber Foto : Kompas



#pemerintah #Stabilisasi_Harga_Pangan

1182 Views