Search
19 Januari 2026
Indonesia serukan aksi kolektif tata kelola air di forum GFFA BerlinDelegasi Indonesia menyerukan penguatan tata kelola air berkelanjutan untuk mendukung sistem pangan dunia dalam rangkaian Global Forum for Food and Agriculture (GFFA) 2026 di Berlin, Jerman.
Seruan tersebut Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Nani Hendiarti sampaikan selaku Ketua Delegasi RI bersama Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Widiastuti, mewakili Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
“Forum ini menegaskan bahwa ketahanan pangan dan ketahanan air adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan,” kata Nani berdasarkan keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin.
Delegasi Indonesia menghadiri 18th Berlin Agriculture’s Minister Conference yang menjadi puncak rangkaian GFFA 2026. Forum tahunan yang berlangsung pada Jumat (16/1) itu mengusung tema “Water. Harvests. Our Future” untuk merespons krisis air global yang semakin mengancam sistem pangan dunia.
Dalam forum strategis yang mempertemukan 61 menteri pertanian dari berbagai negara serta 14 perwakilan tingkat tinggi organisasi internasional, Indonesia menekankan urgensi pengelolaan air yang bijaksana sebagai kunci masa depan pertanian, khususnya bagi negara rentan iklim.
“Air menyatukan kita, energi mendorong inovasi, dan sistem pangan yang berkelanjutan memberikan nutrisi bagi masyarakat sekaligus menjaga bumi," ujar dia.
Pernyataan Indonesia selaras dengan pesan GFFA 2026 yang menyepakati perlunya memperkuat peran sektor pertanian dalam kebijakan air internasional serta mendorong investasi pada infrastruktur air berkelanjutan.
Indonesia, lanjut Nani, telah menunjukkan komitmen melalui modernisasi irigasi dan adopsi teknologi iklim yang mendukung swasembada beras nasional.
Menurut dia, GFFA 2026 menjadi momentum bagi ribuan ahli dari politik, bisnis, sains, dan masyarakat sipil untuk mencapai konsensus global terkait pengelolaan sumber daya air yang terintegrasi demi menjamin hak atas pangan bagi seluruh penduduk dunia.
Selain menghadiri forum tingkat menteri, Delegasi RI juga melangsungkan sejumlah pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanian berbagai negara, di antaranya Jerman, Polandia, Brasil, Fiji, dan Uzbekistan.
Delegasi RI juga mengadakan pertemuan bilateral dengan UN Special Envoy for Water serta perwakilan organisasi internasional dan sektor swasta, antara lain Bayer, German Water Partnership, KfW, dan BASF.
Kementerian menyebutkan rangkaian pertemuan bertujuan memperkuat kerja sama di bidang penanganan sampah laut dan menjajaki potensi kerja sama Pemerintah RI di sektor pangan dan pertanian.
Anggota Delegasi RI yang turut hadir antara lain Wakil Duta Besar RI untuk Republik Federal Jerman Fajar Wirawan Harijo, Asisten Deputi Produksi Pangan dan Perubahan Iklim Fajar Nuradi, serta Asisten Deputi Pengelolaan Sarana dan Prasarana Produksi Pertanian Bona Kusuma.
Sumber berita: Antaranews
Sumber foto: Humas Kemenko Pangan