Search
22 Januari 2026
Menko Pangan Tinjau Program MBG di Bekasi, Pastikan Gizi Tepat Sasaran dan BerkualitasBEKASI.POJOKSATU.ID - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Kota Bekasi untuk memantau langsung pelaksanaan program MBG atau Makan Bergizi Gratis, Rabu, 21 Januari 2025.
Dalam agenda tersebut, Zulkifli Hasan mengunjungi sejumlah lokasi, di antaranya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Duren Jaya 4, Karya Guna 2 Kampus A, SMAN 18 Kota Bekasi, serta SMAN 8 Kota Bekasi. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proses pelaksanaan program berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
Kunjungan Menko Pangan turut didampingi Wakil Wali Kota Bekasi bersama jajaran Pemerintah Kota Bekasi sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap implementasi program MBG di tingkat lokal.
Selama peninjauan, Zulkifli Hasan menyaksikan secara langsung tahapan penyediaan makanan, mulai dari proses pengolahan hingga pendistribusian kepada penerima manfaat. Ia juga berdialog dengan pengelola SPPG serta pihak sekolah guna memperoleh gambaran menyeluruh terkait pelaksanaan di lapangan.
“Program ini tidak hanya soal pembagian makanan, tetapi juga memastikan kandungan gizi sesuai standar dan benar-benar tepat sasaran,” ujar Zulkifli Hasan.
Usai meninjau pelaksanaan program MBG, Menko Pangan bersama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Bekasi melanjutkan kunjungan ke lokasi pengelolaan sampah di kawasan Bantar Gebang, mulai dari TPST Bantargebang hingga Polder Ciketing Udik.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah menegaskan pentingnya penentuan prioritas penanganan persoalan sampah secara cepat dan tegas. Tri Adhianto menyampaikan bahwa penanganan sampah tidak bisa terus ditunda karena berdampak langsung pada masyarakat.
Ia mencontohkan keberhasilan negara seperti Tiongkok dalam mengelola sampah di kawasan perkotaan dan permukiman elit tanpa menimbulkan bau melalui penerapan teknologi modern, termasuk pengelolaan mikroplastik. Menurutnya, Bekasi memiliki infrastruktur pendukung yang memadai, sehingga dibutuhkan komitmen dan keberanian untuk mempercepat proses, termasuk memangkas tahapan administrasi yang selama ini memakan waktu lama.
“Yang terpenting adalah kejelasan prioritas. Masyarakat tidak ingin terus menunggu. Contoh dari negara lain sudah ada, teknologinya tersedia, infrastrukturnya juga ada. Tinggal komitmen dan semangat untuk mempercepat proses agar Bekasi bisa menjadi daerah terdepan dalam pengelolaan sampah yang bersih dan berkelanjutan,” ujar Tri Adhianto.***
Sumber Berita: PojokBekasi
Sumber Foto: Humas Kemenko Pangan