Search

Berita

Menko Zulhas Dorong Santri Sidoarjo Berani Tanya dan Berpikir Kritis


Menko Zulhas Dorong Santri Sidoarjo Berani Tanya dan Berpikir Kritis

25 Mei 2026

Menko Zulhas Dorong Santri Sidoarjo Berani Tanya dan Berpikir Kritis

Sidoarjo - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan atau Zulhas meminta para santri memiliki kemampuan berpikir kritis atau critical thinking. Hal ini penting untuk menghadapi tantangan masa depan, khususnya dalam bidang pangan dan teknologi.

Hal itu disampaikan Zulkifli Hasan saat menghadiri diskusi ketahanan pangan berbasis pesantren di Ponpes Progresif Bumi Sholawat, Lebo, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo, Senin (25/5/2026).

Dalam suasana santai dan interaktif, Zulhas sempat mengajak para santri berdialog langsung. Ia meminta para santri berani maju ke depan dan menjawab berbagai pertanyaan seputar makanan sehat hingga pengetahuan tentang ayam dan telur.


"Sebagai pelajar Islam itu tidak boleh takut. Harus berani tampil, berani bertanya, dan tidak malu-malu," kata Zulhas di hadapan ribuan santri, Senin (25/5/2026).

Ketua Umum PAN itu menilai, keberanian menjadi modal penting bagi generasi muda. Menurutnya, sehebat apa pun seseorang jika tidak memiliki keberanian maka kemampuannya tidak akan berkembang.

"Orang hebat kalau tidak berani ya tidak akan maju. Anak muda harus punya rasa ingin tahu yang besar," ujarnya.

Dalam dialog tersebut, Zulhas juga mengajak para santri memahami asal-usul makanan yang dikonsumsi sehari-hari, termasuk ayam dan telur yang disebutnya merupakan hasil rekayasa genetik modern.

Ia menjelaskan, ayam broiler yang dikonsumsi masyarakat saat ini berbeda dengan ayam kampung karena dikembangkan melalui penelitian dan teknologi peternakan modern.

"Kalau kita mau maju harus mau tahu banyak. Critical thinking dipakai yang banyak, jangan dipakai yang macam-macam. Harus sering bertanya, kenapa ini bisa begini, kenapa itu bisa begitu," jelasnya.

Menurut Zulhas, kemampuan berpikir kritis penting agar generasi muda tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menciptakan inovasi di bidang pangan dan teknologi.

"Penelitian itu penting. Negara maju itu karena masyarakatnya punya rasa ingin tahu tinggi dan terus melakukan riset," tambahnya.

Selain membahas pangan, Zulhas juga menyinggung pentingnya pengelolaan sampah dan sisa makanan di lingkungan sekolah maupun pesantren.

Ia mengapresiasi para santri yang mampu menjawab pertanyaan terkait pemilahan sampah organik dan anorganik. Beberapa santri yang berani maju ke depan mendapat hadiah tumbler dari Menko Pangan.

"Hebat, pintar-pintar semuanya. Tepuk tangan untuk para santri," pungkasnya disambut riuh tepuk tangan peserta.

Sumber Berita: Detik Jatim

Sumber Foto: Detik Jatim



#menteri-koordinator-bidang-pangan #Cadangan_Pangan

5 Views