Search

Berita

Penuhi Gizi 82,9 Juta Penerima MBG, Menko Pangan Targetkan Bangun Tambak 20 Ribu Hektare dan dua Ribu Kampung Nelayan


Penuhi Gizi 82,9 Juta Penerima MBG, Menko Pangan Targetkan Bangun Tambak 20 Ribu Hektare dan dua Ribu Kampung Nelayan

31 Januari 2026

Penuhi Gizi 82,9 Juta Penerima MBG, Menko Pangan Targetkan Bangun Tambak 20 Ribu Hektare dan dua Ribu Kampung Nelayan

BATANG, suaramerdeka-pantura.com - Menko Pangan Zulkifli Hasan membentuk kampung nelayan dan memanfaatkan kawasan Pulau Jawa untuk dioptimalkan menjadi kawasan tambak. Itu untuk mencukupi kebutuhan 82,9 juta penerima program Makan Bergizi Gartis (MBG) di seluruh Nusantara, maka membutuhkan banyak pasokan ikan dan telur dari peternak dan nelayan.

Untuk menunjang program tersebut, saat ini juga dalam proses pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di sejumlah titik, salah satunya Jawa Tengah yang mendapat apresiasi dari Presiden Prabowo Subianto.

"Karena KDMP pembangunannya di Jawa Tengah termasuk yang tercepat.Kami mendukung perikanan kami akan membentuk dua ribu kampung nelayan dan tambak 20 ribu hektar di Jawa,” katanya, saat kunjungan di SMA 1 Batang, Jumat (30/1).

Kunujungan ke sejumlah SMA di Kabupaten Batang untuk memastikan pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga kualitas gizi yang diserap pelajar. Untuk mengoptimalkan kualitas menu hingga gizi, saat ini kementerian terkait sedang mengupayakan pengoptimalan menu berbahan dasar ikan karena protein yang baik bagi pelajar.

Kemenko pangan mendorong penguatan sektor perikanan nasional melalui pembangunan budidaya dan infrastruktur kelautan.Pemerintah akan memperluas program perikanan berbasis masyarakat guna memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat.

"Setiap desa di Jawa Tengah akan bangun bioflok, tapi bertahap juga dibangun kampung-kampung nelayan sebanyak 2.000 tahun ini.Selanjutnya bangun 20.000 hektar tambak agar pasokan ikan cukup, jangan sampai kita impor lagi,"ujar Zulhas.

saat menghadiri kemitraan Indomaret Group di Pendapa Kabupaten Batang.

Dia menuturkan peningkatan produksi ikan dalam negeri akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Terutama nelayan dan pelaku usaha perikanan di daerah.

"Permintaan Bupati Batang untuk dibangunnya Pelabuhan Perikanan Nusantara segera serahkan ke saya programnya, agar segera ditindaklanjuti karena itu memang bagus buat masyarakat Kabupaten Batang.

Seperti laporan Bupati Batang tadi target pertumbuhan ekonomi 8 persen,"tandasnya.

Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengatakan, keberadaan pelabuhan perikanan akan memberi manfaat besar bagi nelayan lokal. Hasil perikanan nelayan di Kabupaten Batang bisa dilelang di Kabupaten Batang.

Perkembangan infrastuktur kondisi jalur Pantura sempat dikeluhkan, kini dalam perbaikan. Sudah dianggarkan dari Kementerian PU melalui SBSN, Rp 250 miliar.

"Sekarang sudah dimulai rigid beton di jalur Pantura insyhallah tahun ini selesai, hampir 13 kilometer sepanjang jalur Pantura akan di-rigid beton. Selain infrastruktur, Pemkab Batang juga terus mendorong kemitraan sektor pertanian dan peternakan dengan pelaku ritel modern."

Itu ditunjukkan kerja sama pengembangan peternakan ayam yang didukung Indomaret dan Badan Usaha Milik Ansor (BUMA). Dengan hasil produksi yang akan diserap oleh jaringan ritel Indomaret.

Kedua melakukan link and match hasil pertanian, dalam hal ini kelengkeng. Di luar itu sudah banyak yang kita kerjasamakan dengan Indomaret seperti alpukat dan produk lainnya.

"Saya berharap semakin banyak hasil pertanian Batang yang terserap pasar modern maupun UMKM lokal. Struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Batang saat ini ditopang oleh sektor industri pengolahan, perikanan, pertanian, dan UMKM.

Itulah yang menjadi fokus perhatian kami bagaimana terus kita dongkrak sehingga menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Batang,"tandas Faiz.

Kegembiraan dirasakan Gaza Eira Prasetyo pelajar SMA 1 Batang tepat menjawab perbedaan harga antara pedagang dan petani,mendapat sebuah tablet dari Menko Pangan Zulkifli Hasan.

Terkait Makan Bergizi Gratis, Gaza dan teman sebaya mengaku pendistribusian lancar tanpa halangan.

Kegembiraan dirasakan Gaza Eira Prasetyo pelajar SMA 1 Batang tepat menjawab perbedaan harga antara pedagang dan petani,mendapat sebuah tablet dari Menko Pangan Zulkifli Hasan.

Terkait Makan Bergizi Gratis, Gaza dan teman sebaya mengaku pendistribusian lancar tanpa halangan.

"Alhamdulillah diberi hadiah tablet, terimakasih dengan adanya MBG lancar, dan dampaknya juga positif dari sisi ekonomi, uang saku jadi lebih hemat,” tuturnya.

Kepala SMA 1 Batang Sugeng bersyukur mendapat kunjungan dari Menko Pangan Zulkifli Hasan siswa menjadi termotivasi dalam mengonsumsi MBG. Anak didik mendapat arahan agar mengonsumsi MBG tidak hanya melihat dari sisi rasanya saja, melainkan takaran gizi.

“SMA 1 Batang mendapatkan 958 porsi MBG tiap harinya untuk didistribusikan ke siswa dan antusias anak sangat tinggi. Manfaat MBG membuat anak lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran," ujarnya.


Sumber Berita: suaramerdeka pantura

Sumber Foto: Humas Kemenko Pangan



#menteri-koordinator-bidang-pangan #Keamanan_Pangan #Keamanan_dan_Mutu_Pangan_dan_Gizi

508 Views