Search

Berita

Singgung Konflik Timur Tengah, Zulhas Tekankan Pentingnya Swasembada Pangan


Singgung Konflik Timur Tengah, Zulhas Tekankan Pentingnya Swasembada Pangan

03 Maret 2026

Singgung Konflik Timur Tengah, Zulhas Tekankan Pentingnya Swasembada Pangan

Semarang - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, menyinggung konflik di Timur Tengah yang kian memanas. Pihaknya menekankan pentingnya swasembada pangan agar Indonesia tak bergantung dengan negara lain.

"Kalau kita cermati perkembangan geopolitik sekarang, memang apa yang disampaikan Bapak Presiden itu satu demi satu jadi kenyataan. Karena beliau ini kan tentara ya, memahami geopolitik," kata Zulhas dalam rapat, Selasa (3/3/2026).

Ia mencontohkan konflik yang terjadi di sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Israel, hingga Iran. Situasi tersebut, kata dia, bisa berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi dan pasokan pangan global.

"Di Timur Tengah, di Eropa, tetangga kita bahkan Thailand sama Kamboja, belum lagi Pakistan sama Afghanistan, yang baru-baru ini kita saksikan perangnya, nggak tahu lagi ya Israel, Amerika, Iran, Iran nyerang semua, seluruh negara diserang," urainya.

"Tentu akan sangat berpengaruh kepada kita. Oleh karena itu, kebijakan pokok Bapak Presiden itu adalah kemandirian atau swasembada," lanjutnya.

Zulhas menegaskan, swasembada pangan bukan sekadar program ekonomi, tetapi menyangkut kedaulatan negara. "Yang pertama yang harus dilakukan kita harus swasembada. Swasembada itu kedaulatan, kedaulatan itu kehormatan," tegasnya.

Ia mengatakan, Indonesia sudah beberapa kali menghadapi krisis global. Dalam situasi tersebut, daya tahan ekonomi nasional ditopang oleh kekuatan rakyat, terutama pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).

"Kekuatan kita itu ternyata ada di rakyat, di UKM, ada di usaha-usaha kecil menengah, dan ada di rakyat, pertahanan kita dari situ. Oleh karena itu, gerakan ekonomi dan swasembada rakyat ini yang diperkuat," ucapnya.

Ia menyebut saat ini Indonesia sudah mencapai swasembada beras dan jagung. Namun, ke depan pemerintah akan memperluas ke sektor protein seperti perikanan dan peternakan.

"Oleh karena itu dulu zaman Pak Harto (Presiden Soeharto), pertanian, peternakan, perikanan, warung, itu usaha rakyat. Yang besar nggak boleh masuk," tuturnya.

"Inilah yang ingin dikembalikan oleh Pak Presiden, Pak Prabowo. Ekonomi kerakyatan kembali, ekonomi pancasila kembali," sambungnya.

Program-program seperti pembangunan kampung nelayan, bioflok, hingga program Koperasi Desa Merah Putih disebut menjadi bagian dari strategi besar tersebut. "Tahun ini akan dibangun besar-besaran (swasembada) protein, harus kita pastikan nanti. Ada kampung nelayan, ada bioflok, ikan tangkap, dan lain-lain," ujarnya.


Sumber Berita : Detik

Sumber Foto :  Detik



#menteri-koordinator-bidang-pangan #swasembada-pangan

364 Views