Search

Berita

Zulhas Sebut Prediksi Perang Perebutan Pangan Terjadi 15 Tahun Lagi


Zulhas Sebut Prediksi Perang Perebutan Pangan Terjadi 15 Tahun Lagi

06 Maret 2026

Zulhas Sebut Prediksi Perang Perebutan Pangan Terjadi 15 Tahun Lagi

JAKARTA, KOMPAS.COM - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengatakan pemerintah memprediksi dalam 15 tahun ke depan potensi konflik global dapat terjadi akibat perebutan sumber makanan. “Bahkan diperkirakan 15 tahun mendatang, orang bisa perang untuk memperebutkan sumber-sumber makan. 15 Tahun yang akan datang. Sudah banyak yang berbicara soal ini,” kata Zulhas dalam sambutan acara buka puasa bersama di Gedung Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN, Jakarta Selatan, pada Jumat (6/3/2026) malam.

Untuk mengantisipasi situasi semacam itu, Indonesia harus bersiap diri lewat upaya swasembada pangan. "Karena itu Indonesia harus mempersiapkan diri sejak dini melalui kemandirian pangan dan penguatan produksi dalam negeri," jelas Zulhas yang juga merupakan Ketua Umum PAN ini.

Jangan serahkan pangan ke pasar bebas Pemerintah juga menekankan pentingnya pemerataan kendali ekonomi sebagai bagian dari menjaga stabilitas nasional. Selama ini, menurutnya, banyak sektor ekonomi masih dikuasai oleh kelompok yang memiliki modal besar.

"Kita harus memperluas akses kendali ekonomi. Kalau hanya diserahkan kepada pasar bebas, yang menguasai nanti hanya yang punya uang," ujar Zulhas. Ia menilai kendali ekonomi perlu didistribusikan lebih merata agar tidak memicu ketimpangan sosial. "Ini harus ada distribusi kendali ekonomi. Kalau tidak, akan rawan yang kita sebut internal disorder," katanya.

Karena itu pemerintah mendorong pemerataan ekonomi melalui konsep ekonomi Pancasila sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 UUD 1945, salah satunya dengan memperkuat pertumbuhan ekonomi di desa. Zulhas menilai setiap desa harus ada pertumbuhan ekonomi baru untuk mendukung swasembada pangan, swasembada protein, dan makanan bergizi bagi seluruh rakyat Indonesia. "Sekolah bagus kalau kita anak kita kurang gizi, stunting enggak bisa. Oleh karena itu gizi asupan nomor satu," jelasnya.

Pembentukan Kopdes Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah mendorong penguatan ekonomi desa melalui pembentukan koperasi desa (Kopdes). "Maka lahirlah Kopdes, koperasi desa itu tanggung jawab kami," kata Zulhas.

Pemerintah juga akan memberikan pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat desa agar ekonomi lokal dapat berkembang. "Agar kita bisa mandiri dan swasembada. Mandiri swasembada itu kedaulatan, dan kedaulatan itu kehormatan," jelasnya.

Zulhas juga mengutip gagasan Bung Hatta mengenai pemerataan kemakmuran hingga ke desa-desa. "Tidak mungkin Indonesia hanya satu mercusuar Jakarta, tapi harus di tiap desa lilin-lilin yang menyala terang," ujarnya.


Sumber Berita : Kompas

Sumber Foto :  Kompas




#menteri-koordinator-bidang-pangan #pemerintah

287 Views