Search

Berita

Zulhas Serahkan Hibah Armada Sampah ke Pemkab Banyuwangi


Zulhas Serahkan Hibah Armada Sampah ke Pemkab Banyuwangi

20 Agustus 2026

Zulhas Serahkan Hibah Armada Sampah ke Pemkab Banyuwangi

Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menerima bantuan armada operasional penanganan sampah dari hibah Uni Emirat Arab (UAE) dan Norwegia. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan sampah sekaligus memperkuat sistem pengelolaan sampah di daerah.

Bantuan armada diserahkan langsung Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) saat melakukan kunjungan kerja di Banyuwangi. Zulhas menyebut, Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang dinilai berhasil dalam tata kelola sampah sehingga mendapat perhatian dari lembaga donor luar negeri.

"Banyak bantuan-bantuan termasuk dari UAE, kita menyerahkan ada pick up, mobil pampas, dan truk armroll. Bahkan, ada juga dari Norwegia karena (Banyuwangi) dianggap mengelola sampahnya termasuk yang bagus," ujar Zulhas di sela kunker usai melakukan panen komoditas hortikultura di Lombok dan NTT, Kamis (20/8/2026).

Zulhas mengatakan, pemerintah pusat tengah mengejar target penanganan sampah darurat di berbagai daerah. Pemerintah menargetkan persoalan sampah darurat dapat ditangani secara bertahap mulai 2027 hingga seluruhnya tuntas pada 2028.

"Tahun 2027 Insyaallah yang darurat separuh kita selesaikan, 2028 semua selesai untuk 40 kota," tegasnya sembari berlalu.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi Bayu Hadiyanto menjelaskan, bantuan dari UAE yang diserahkan kali ini merupakan termin pertama. Armada tersebut akan digunakan untuk memperkuat operasional TPS3R di wilayah perkotaan Banyuwangi dan sekitarnya.

"Untuk bantuan hari ini, Uni Emirat Arab menyediakan armada untuk keperluan di Kertosari, wilayah Kota Banyuwangi. Serah terima tahap satu ini ada 21 unit kendaraan roda tiga," jelas Bayu.

Menurut Bayu, penyerahan armada dilakukan lebih dulu sebelum seluruh infrastruktur bangunan TPS3R selesai. Dengan begitu, armada dapat segera dioperasikan dan dioptimalkan untuk wilayah terdekat, termasuk Songgon dan Balak.

DLH Banyuwangi mencatat produksi sampah di seluruh wilayah kabupaten mencapai sekitar 900 ton per hari. Angka tersebut berasal dari sekitar 1,8 juta penduduk.

Bantuan hibah dari luar negeri kemudian dimanfaatkan untuk membagi wilayah penanganan sampah secara regional. Selain UAE, Banyuwangi juga mendapat dukungan dari Austria untuk wilayah Karetan serta Norwegia.

Salah satu fasilitas yang disiapkan yakni TPS3R Regional Songgon. Fasilitas ini memiliki kapasitas pengolahan hingga 100 ton sampah per hari dan mencakup layanan 75 desa.

Komposisi sampah di wilayah tersebut terdiri dari sekitar 70% sampah organik dan 30% anorganik. Sampah kemudian diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) dan kompos yang dimanfaatkan untuk memasok kebutuhan industri semen.

Sementara itu, TPS3R Regional Kertosari yang mendapat dukungan UAE melayani wilayah perkotaan Banyuwangi dengan kapasitas pengolahan hingga 50 ton per hari.

Adapun TPS3R Regional Karetan yang mendapat dukungan Austria akan melayani wilayah Banyuwangi bagian selatan dengan kapasitas pengolahan hingga 150 ton per hari.

Pemkab Banyuwangi menargetkan seluruh wilayah kabupaten dapat terlayani sistem pengelolaan sampah secara penuh pada 2027.

Target tersebut juga akan didukung pembangunan fasilitas pengolahan sampah oleh Kementerian Pekerjaan Umum berkapasitas 250 ton per hari di Desa Sidototo, Kecamatan Wongsorejo. Proses lelang pembangunan fasilitas tersebut dijadwalkan berlangsung pada akhir 2026.

Sumber berita: Detik.com Jatim
Sumber foto: Humas Kemenko Pangan



#menteri-koordinator-bidang-pangan #kementerian_koordinator_bidang_pangan #Pengelolaan_Sarana_dan_Prasarana_Produksi_Pertanian

20 Views